Friday, December 19, 2008

Trenggiling


Anak-anak menyebutnya tank, karena tubuhnya seperti berlapis baja. Sedang penemunya, Desmarest pada tahun 1822 memberikan nama Manis, lengkapnya Manis javanica. Satwa ini tersebar di Nias, Mentawai, Sumatera, Riau. Pulau Lingga, Kalimantan, tentu saja di Jawa hingga Bali dan Lombok. Bisa dikatakan tersebar di Indonesia Barat. Bahkan sejenisnya pun bisa dijumpai di Burma, Malaysia – Singapura dan Filipina. Sedangkan saudara sejenisnya bisa dijumpai sampai di Afrika.
Di Indonesia satwa ini dilindungi, dan menurut CITES masuk dalam Appendix II yang artinya dilarang diperdagangkan. Sedang IUCN mencantumkannya dalam daftar risiko rendah serta hampir punah.
Hidup di hutan dataran rendah, trenggiling menyantap semut dan rayap. Memiliki cakar yang panjang dan lidah yang menjulur sama panjangnya, memungkinkan satwa ini mengoyak sarang semut dan rayap. Lidahnya digunakan untuk menjilat buruannya. Semut dan rayap akan melekat di lidah trenggiling berkat ludahnya. Di bagian dada trenggiling terdapat kelenjar ludah yang sangat besar. Kelenjar ini menghasilkan cairan yang bisa merekat insek.
Ia menjadi terancam karena bagi masyarakat Asia Tenggara ia juga disantap. Kabarnya rasa daging trenggiling yang berukuran kecil mirip daging bebek. Namun penyebab utama kepunahannya adalah rusaknya habitat trenggiling. Hutan yang dihabiskan di Asia Tenggara, India dan Afrika yang terutama menyebabkan satwa ini masuk dalam daftar mereka yang patut dilestarikan.
Trenggiling dapat tumbuh hingga sepanjang 85 sentimeter. Sedang pada jenis lain berkisar dari 30 cm hingga 100 cm. Hidup di permukaan tanah, trenggiling mampu memanjat pohon.
Ketika baru lahir, lapisan sisiknya masih empuk. Setelah tumbuh dewasa sisik ini berubah mengeras. Sisik tersebut sebetulnya serupa dengan rambut pada satwa lainnya. Trenggiling dalam melindungi diri dari serangan bisa melingkar membentuk seperti bola. Dan memang sisiknya yang berlapis berperan sebagai tameng, sama seperti tank. 
Mamalia ini dalam taksonomi termasuk pada ordo Pholidota, familia Manidae dan genusnya Manis. Sedang spesiesnya terdiri dari Manis gigantea, Manis temmincki, Manis tricuspis, Manis tetradactyla, Manis crassicaudata, Manis pentadactyla yang menjadi saudara dari Manis javanica. (ads)
Sumber : www.sinarharapan.co.id/berita/0406/23/ipt03.html

0 comments:

cerita anak cerita rakyat Tips for Family
DigNow.net Science Blogs blogarama - the blog directory TopOfBlogs Blog Directory

Link Exchange Here


Untuk tukar link, tambahkan link di atas. Konfirmasi, dan saya akan menambahkan link kalian.

  © Blogger templates ProBlogger Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP