Wednesday, September 23, 2009

Holiday in Ragunan Wildlife Park


One of the major tourist sites frequented by residents during the holidays, namely Ragunan Wildlife Park, South Jakarta. From morning until late afternoon, visitors Ragunan is booming. 

Legal Information obtained from the Traffic Management Center (TMC) Polda Metro Jaya, Sunday (20/9/2009), visitors Ragunan reached 27,356 people. 

Control officers Wildlife Mardioto Ragunan AKP Batara, detailing many as 20,598 adults and 6758 children people. 

While the volume of vehicles that are in Ragunan recorded 911 units, and 15 units of trucks and buses.

Read more...

Choice the Right Lamp For Your Needs

How can a light change our lives? Like on night, there no sun in the sky, but a lamp can become the second sun that makes our night more beautiful. Since been found in 1931 by Thomas Alva Edison, the function of the lamp is change. In addition to the lighting at night, now the lamps is also become one kind of decoration stuff. With any variety types of lamp, our home and yard will be beauty at the night, and also on a ceremonial like concert and show.

Because that is the lamp has a lot of changes since is found, all adapted to the purpose. In choosing a lamp, the first thing you notice is the lamp for what it is used. A simple example is ourselves needed. If you want to buy your child learn the lamp, and then the choice is desk lamp.

Others as if you want to buy a lamp for your living room. Lights in the guest room, in addition to information also serve to aesthetics or beauty. You need more than just a regular lamp, with a beautiful design and elegant. Hanging lamp is the right choice, and for the design you need a little touch of taste. Ranging from antique lamps, to Victorian style.

Different with the garden lamp, you need a big more light than the motive. Lights Fluorescent Bulbs are a good choice, but even produce a large light, this type of lamp is also included saving. So even if your yard full with light along the night, but your electric bill will remain frugal.

So, if you want to buy the lamp, remember to the purpose.

Read more...

Friday, September 11, 2009

17 Jenis Burung Terancam Punah

Berdasarkan kategori Lembaga Konservasi Dunia (The International Union for Conservation of Nature/IUCN) setidaknya 17 dari 1.598 jenis burung yang dimiliki Indonesia, tergolong kritis (Critically Endangered/CR). Posisi Indonesia pun menempati urutan kedua setelah Brazil yang meraih posisi teratas dengan 23 jenis burung dengan kategori yang sama.

Kendati demikian, burung terancam punah di Indonesia relatif stabil. Menginjak 2009 ini ada 117 jenis burung. Tahun sebelumnya, pada 2008 tercatat 118 jenis, 2007 terdapat 119 dan 2006 lalu 121 jenis. Buat Indonesia, keadaan itu cukup melegakan. Mengingat di seluruh dunia jumlah jenis terancam punah justru naik.

"Ini berkat kesigapan pemerintah dan para pihak yang telah bekerja keras melakukan perbaikan dan perlindungan berbagai jenis burung yang ada di Indo­nesia," ujar Direktur Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam, Departemen Kehutanan, Darori pada Agro Indonesia seusai jumpa pers Penerbitan Prangko Seri Burung Indonesia dengan tema Pusaka Hutan Sumatera beberapa waktu yang lalu di Dephut.

Menurut Managing Director Perhim­punan Pelestarian Burung Liar Indonesia (Burung Indonesia/BI), Agus Budi Utomo, dari 117 jenis itu 3 diantaranya keteran­camannya malah meningkat. Sisanya, sebanyak 2 jenis menurun dan yang lainnya relatif tetap.

"Ada juga yang keluar dari Daftar Merah karena perubahan tata nama yakni Gallirallus sharpei. Kini burung tersebut tidak dianggap jenis tersendiri melainkan sebagai ragam corak warna (color morph) dari mandar padi kalung kuning (Gallirallus philippensis)," jelas Agus.

Masih dalam kitab yang sama, jenis yang rentan terhadap perubahan iklim (climate change) jumlahnya 5 kali lipat dari yang relatif dapat bertahan. Bahkan 25% burung diluar Daftar Merah, nasibnya menjadi rentan jika dampak dari perubahan iklim bertambah parah.

Salah satu jenis burung yang statusnya makin terancam adalah pedendang topeng (Heliopais personatus). Jika tahun 2008 lalu, jenis tersebut masih tergolong Rentan (Vulnerable/VU) namun tahun 2009 ini ber­status Genting (Endangered/EN). Pasalnya, meski tersebar di Asia Tenggara, dari Banglades hingga Sumatera namun individu dewasanya tidak lebih dari 250 ekor. Nasib serupa juga dialami merak hijau (Pavo muticus) yang populasi globalnya menurun.

Ada satu jenis yang status keteran­camannya naik yakni elang Flores (Spizae­tus floris). Burung ini baru ditetapkan seba­gai jenis tersendiri pada tahun 2005, setelah sebelumnya dianggap sebagai anak jenis da­ri elang brontok (Spizaetus cirrhatus floris).

Sialnya, setelah dipisahkan dari elang brontok, justru jenis endemik Flores, Sum­bawa dan Lombok ini resiko kepunahannya lebih besar. Dewasanya saja di alam hanya berkisar 250 individu. Mereka pun hanya terdiri dari satu populasi sehingga dianggap layak dikategorikan Kritis (Critically Endangered/CR).

Sedangkan jenis burung di Indonesia yang status keterancamannya turun yaitu kasturi Ternate (Lorius garrulus) karena jumlah populasi di alam ternyata lebih banyak dari perkiraan sebelumnya. Temuan survei kepadatan jenis menunjukkan di habitatnya burung endemik Maluku Utara ini tercatat 150 individu perkilometer persegi (km2).

Selain itu serindit sangihe (Loriculus catamene). Dimana tinjauan terdahulu, jenis ini populasinya sedikit dan dikhawatirkan turun, seiring dengan laju kerusakan habi­tatnya. Belakangan, lantaran kerusakan hu­tan bisa ditekan maka sang burung endemik pulau Sangihe ini juga akan bertahan.

Sebagai informasi. Sejak Februari 2000 lalu, Dewan IUCN dan para anggota Species Survival Commission (SSC) meng­adopsi versi terbaru penetapan kriteria Daf­tar Merah pada pertemuan puncak Criteria Review Working Group. Jadi dengan krite­ria itu taksa mahluk hidup yang terancam punah (threatened) dikelompokkan ber­dasarkan tiga tingkatan kategori keteran­caman dari yang paling tinggi: Kritis (CR), Genting (EN), Rentan (VU).

Sumber : burung.org judul "17 jenis burung kritis - Indonesia kedua di dunia"

Read more...

Burung Langka di Malang

Ratusan burung langka kembali ditemukan di cagar alam Pulau Sempu, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Sejumlah burung yang ditemukan itu migrasi dari sejumlah negara.

"Burung langka yang ditemukan di Pulau Sempu hasil pengamatan dengan melibatkan pengamat burung dari berbagai daerah," kata Direktur Eksekutif ProFauna Indonesia di Kota Malang, Jawa Timur, Asep Rahmat Purnama kepada wartawan, Selasa (21/8/2007).

Asep menjelaskan sejumlah burung langka itu antara lain jenis Elang Jawa (Spizaetus bartelsi), Julang Emas (Aceros undulatus), Rangkok Badak (Buceros rhinoceros), Pelatuk Ayam (Dryocopus javensis), Kangkareng Perut Putih (Anthracoceros albirostris) dan Alap-Alap China (Acipiter soloensis).

Hasil pendataan menemukan 144 jenis burung. Jumlah ini lebih banyak dibanding temuan tahun 2000 yang hanya mendata 80 jenis burung.

Sebagian besar, kata Asep, burung langka itu asli Indonesia. Namun, juga ditemukan sejumlah jenis burung yang bermigrasi dari berbagai negara di belahan bumi bagian utara yang terbang menuju belahan bumi bagian selatan. Sebab di utara memasuki musim dingin.

Pengamatan burung itu dilakukan selama tiga hari pada 10-12 Agustus 2007, dikemas dalam lomba Indonesian Bird Race (IBR) V, melibatkan 23 organisasi pecinta burung se-Jawa dan Bali. Lomba memperebutkan hadiah teropong binokuler.

Penemuan ini, kata Asep, sangat menggembirakan. Sebab menunjukkan Pulau Sempu sebagai cagar alam yang cocok bagi kehidupan satwa liar dan memiliki nilai konservasi tinggi.

Selain burung langka, lanjutnya, kawasan Cagar Alam Pulau Sempu seluas 877 hektar, juga menjadi ekosistem hutan bakau, hutan pantai, hutan hujan dataran rendah, dan danau.

Di kawasan itu memiliki keunikan dan kekayaan hayati cukup tinggi, cocok untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Sumber : detiksurabaya.

Read more...
cerita anak cerita rakyat Tips for Family
DigNow.net Science Blogs blogarama - the blog directory TopOfBlogs Blog Directory

Link Exchange Here


Untuk tukar link, tambahkan link di atas. Konfirmasi, dan saya akan menambahkan link kalian.

  © Blogger templates ProBlogger Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP